Featured Posts

STT/SMTK Kadesi Yogyakarta dan Calvary Mission Hall Kadesi

Foto Gedung

Keluarga besar Yayasan Kadesi mengucapkan selamat kepada keluarga besar STT/SMTK Kadesi Yogyakarta atas bertambahnya sebuah sarana yang “megah” persembahan dari Calvari Mission Internasional, Korea Selatan. Bangunan kapel yang diberi nama Calvary Mission Hall Kadesi ini luarnya lebih dari 350m2, 2 lantai dan cukup menampung lebih dari 500 orang.

PIC_0097

Gedung ini diresmikan pada tanggal 13 April, oleh Direktur Asia Tenggara Calvary Mission International, Rev. Kenneth Bo, yang pada kesempatan itu juga membawakan renungan singkat yang diterjemahkan oleh Rev. Abraham Oh, yang juga berkebangsaan Korea Selatan, namun sudah sangat fasih berbahasa Indonesia.

Peresmian diselenggarakan sederhana, dan dihadiri oleh Pembina, Pengawas dan Pengurus Yayasan Kadesi beserta seluruh civitas akademika SMTK/STT Kadesi Yogyakarta.

PIC_0099

Dengan bertambahnya fasilitas dan sarana pra sarana STT/SMTK Kadesi Yogyakarta, diharapkan akan terus meningkatkan mutu/kwalitas pendidikannya, agar para lulusannya kelak dapat menjadi hamba-hamba Tuhan yang berkarakter ilahi, mandiri, dan mampu menjadi jawaban bagi pergumulan bangsa.

Siswa-siswi SMTK Kadesi Yogyakarta, Bogor, Tunang/KalBar dan Purworejo 100% LULUS Ujian Nasional!

Satu lagi kabar gembira bagi keluarga besar Yayasan KADESI, bahwa pada tahun ini, Ujian Nasional Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) — setingkat SLTA, telah diselenggarakan pada tanggal 23-25 Maret 2010 serentak di SMTK Kadesi Bogor, SMTK Kadesi Yogyakarta, SMTK Kadesi Tunang/KalBar dan SMTK Kadesi Purworejo dan dihadiri oleh Pejabat-pejabat Kementerian Agama RI, yang bertindak sebagai pengawas dalam Ujian Nasional ini.

230420092732

Puji Tuhan, tanggal 2 Mei 2010, telah diumumkan bahwa siswa-siswi SMTK Kadesi 100% LULUS Ujian Nasional. Ini adalah sebuah prestasi yang menggembirakan, dan tentunya semuanya karena anugerah dan kebaikan Tuhan semata, sehingga proses belajar mengajar yang selama ini diselenggarakan telah membuahkan hasil dan prestasi yang membanggakan.

Oleh karena itu, Pengurus Yayasan Kadesi mengucapkan “SELAMAT” kapada para siswa yang telah dinyatakan lulus, dan selamat juga kepada seluruh guru dan staf pengajar di semua SMTK Kadesi yang ada, .. penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada guru dan pengajar yang telah berlelah-lelah mendidik dan mengajar mereka, dan kita tahu, bahwa di dalam Tuhan, jerih lelah kita tidak akan sia-sia.

Sekali lagi “Selamat” dan Tuhan memberkati kita sekalian!

Ujian Penjaminan Mutu STT Kadesi Bogor dan Yogyakarta

Puji Tuhan, bahwa pada tanggal 22-23 Maret 2010, STT Kadesi Bogor telah mengadakan Ujian Penjaminan Mutu (Pengganti Ujian Negara), dan pada kali ini Mahasiswa yang mengikuti Ujian Penjaminan Mutu program studi PAK berjumlah 19 orang.

penjaminan mutu

Ujian Penjaminan Mutu tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Kementerian Agama RI, dan berkenan hadir Ibu Oditha Hutabarat, selaku Kasubdit Perguruan Tinggi Kementerian Agama RI.

Puji Tuhan, semuanya berjalan lancar, dan seluruh Mahasiswa yang mengikuti Ujian Penjaminan Mutu tersebut dinyatakan lulus, dan memperoleh Gelar Akademis Sarjana Pendidikan Agama Kristen (S.Pd.Ak) dan sekaligus mendapatkan Ijasah/Sertifikat Akta IV.

Sementara itu, tanggal 26-27 Maret, di STT Kadesi Yogyakarta, juga diadakan Ujian Penjaminan Mutu, untuk Program Studi Kependetaan (Sarjana Teologi), dan kali ini Mahasiswa yang mengambil bagian dalam ujian ini berjumlah 23 orang, dan Ujian Penjaminan Mutu STT Kadesi Yogyakarta, dihadiri oleh Pejabat Kementerian Agama RI yang berkenan hadir dan menyaksikan Ujian Penjaminan Mutu tersebut.

Selamat kepada para mahasiswa yang baru menyelesaikan Ujian Penjaminan Mutu (Ujian Negara), selamat berkarya bagi para Sarjana Negara, .. selamat melayani Tuhan ..

The Lord is My Portion

Judul ini dalam bahasa Indonesia adalah “Bagianku ialahTUHAN” Apakah maksud pernyataan yang merupakan bagian pertama dari syair Mazmur 119:57-64 yang berawal dengan huruf Ibrani kedelapan, yaitu khet ini? Untuk mendalaminya, kita perlu mengingat bahwa Mazmur 119 adalah untaian keindahan hidup dalam firman Tuhan. Karena itu, kita harus mengaitkannya dengan bagian-bagian lain yang bebicara tentang hidup dalam firman Tuhan seperti yang telah kita bahas sebelumnya, misalnya berkat firman, dikuduskan oleh firman, kesetiaan terhadap firman, dll.

Mula-mula marilah kita selidiki kata “bagian” Walaupun kata ini memiliki makna umum yaitu bagian (seperti pembagian kelompok imam, warisan, makanan, pakaian, dll) berdasarkan akar katanya yaitu halaq, tetapi konotasi resmi sama dengan nahala, artinya “memberikan sebagai milik” lebih spesifik lagi mengandung arti “apa yang dihadiahkan.” Untuk memperjelas makna ini, baiklah kita membaca beberapa kutipan ayat berikut ini.

1. Harun dan orang-orang Lewi mengabdikan diri kepada pelayanan Tuhan, sehingga tidak mendapat bagian tanah pusaka, tetapi TUHAN-lah milik pusakanya. Firman Tuhan mengatakan, “Sebab itu suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, …” (Ul. 10:9; Bil. 18:20, TB LAI). Dengan kata lain, karena mereka melayani Tuhan dengan merawat umat dan bait suci, maka mereka mendapat bagian dari persembahan kurban, bukan hasil tanah yang mereka kerjakan sendiri.
2. Hubungan antara Tuhan dan manusia dipahami dalam konsep rohani seperti berikut: “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Tuhan selama-lamanya.” (Mzm 73:26), “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” (Mzm 142:6).

Jadi, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang takut akan Tuhan memiliki kepuasan, yakni “hubungan seseorang dengan Tuhan terwujud secara penuh dan lengkap dalam semua perkara.” Karena arti rohani yang terkandung dalam kata nahala atau halaq ini pula maka di orang Israel menggunakannya untuk nama orang, misalnya Hilkia.

Kembali dalam pembahasa kita pada Mazmur 119:57-64, ungkapan pemazmur jelas menegaskan makna rohani yang menyatakan kepuasannya karena memiliki hubungan dengan Tuhan. Hubungan dengan Tuhan itu secara khusus berkaitan dengan kesenangan, ketaatan, kepuasan, dan kekagumannya terhadap firman Tuhan sehingga ia tak henti-hentinya mengingat dan merenungkannya.

Tentu saja pengalaman pemzmur ini dibagikan kepada kita supaya kita juga bisa berkata: “THE LORD IS MY PORTION”—“Bagianku ialah Tuhan.” Karena fiman-Nya hidup di dalam kita.

DIKUDUSKAN OLEH FIRMAN TUHAN

“Lebih baik mencegah daripada mengobati.” Pepatah ini tampaknya bukan saja berlaku dalam hubungannya dengan kesehatan jasmani, tetapi juga dalam lingkup rohani. Pencegahan agar kehidupan rohani tetap fit adalah dengan memelihara dan menjaganya. Kita percaya bahwa Roh kudus menjadi pengendali dan penjaga kehidupan yang menghasilkan buah-buah rohani. Karena itu, bagi orang percaya, kepenuhan Roh Kudus merupakan pengalaman yang harus terjadi terus menerus. Lalu, apakah peran firman Tuhan dalam kehidupan orang percaya? Kitab Mazmur 119:9-16 memberi jawaban atas pertanyaan ini.

Bait kedua Mazmur yang terdiri dari delapan ayat dan dimulai dengan huruf bet ini menjelaskan bagaimana firman Tuhan bekerja dalam kehidupan orang percaya. Setidaknya ada dua hal, yaitu: Pertama, seseorang akan dibersihkan atau disucikan jalannya atau hidupnya dengan menaati firman Tuhan. Karena firman itu mencegah atau menjaga orang itu untuk berbuat dosa. Ini dapat diandaikan dengan lampu lalu lintas di perempatan jalan. Pengemudi yang taat akan rambu lampu lalu lintas itu akan mencegah terjadinya kecelakaan. Sebab itu pemazmur mengajukan sebuah pertanyaan: “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih dan menjawabnya demikian? Kemudian ia menjawabnya demikian, “Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.” (Mazmur 119:9, TB-LAI).

Kedua, seseorang akan dimurnikan moralnya dengan menyimpan dan menyukai firman Tuhan. Mari kita baca ayat yang menyatakan hal ini, “Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. Dengan bibirku aku menceritakan segala hukum yang Kauucapkan. Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. (Mazmur 119: 10-14, TB-LAI), Dua kata yang disebut ayat ini adalah menyimpan dan ajarkanlah. Apakah arti menyimpan firman dalam ayat ini? Kata ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “menyimpan” adalah tsafan. Kata tsafan artinya bukan sekedar “menyimpan,” tetapi memiliki arti “menyembunyikan sesuatu dengan tujuan tertentu, misalnya untuk melindungi atau menghindari bahaya. Contoh: Musa waktu kecil disembunyikan orang tuanya. Sedangkan kata “ajarlah” mengacu pada kegiatan belajar yang menuju perubahan, misalnya orang tidak bisa menulis lalu ia belajar menulis sehingga ia bisa menulis. Jadi firman Tuhan disimpan untuk tujuan tertentu dan dipelajari untuk mengubah diri orang yang mempelajari. Jadi, dengan menyimpan dan mempelajari firman Tuhan maka seseorang akan mengalami perubahan moralnya. Firman bagaikan vitamin yang menyegarkan jiwa dan memberi kehidupan.

Karena itu, kita harus menyerap firman Tuhan dengan merenungkannya. Merenungkan berarti mengolah dalam pikiran atau mengulang pengucapan. Keduanya perlu dilakukan untuk menghidupkan firman Tuhan itu dalam perbuatan kita. Akhirnya, marilah kita bertekad untuk mencegah keinginan dosa kita dengan memperlengkapi diri kita dengan firman Tuhan sebagaimana Pemazmur lakukan: Aku hendak merenungkan titah-titah-Mu dan mengamat-amati jalan-jalan-Mu. Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan. (Mazmur 119:15-16, TB-LAI). Amin.

Kekuatan Firman

Artikel ini merupakan upaya untuk menjabarkan Kitab Mazmur 119.

Seri 1. Mazmur 119

FIRMAN TUHAN

Pernahkah Anda mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh para petinggi dan pemegang wewenang dalam negara, kantor, masyarakat, atau lingkungan Anda? Mungkin mereka mengancam agar Anda meninggalkan iman, berusaha membuat Anda dipermalukan, atau mengolok-olok kepercayaan Anda. Apa yang harus Anda lakukan mangahadapi semua itu jika hal itu benar-benar terjadi dalam hidup Anda. Pemazmur menghadapi masalah tersebut dengan menguatkan diri melalui perenungan Firman Tuhan. Baginya, Firman Tuhan mampu meneguhkan dirinya. Firman Tuhan adalah harta kekayaan yang berharga. Firman adalah pedoman hidup dan sumber kekuatan. Karena itu, ia terdorong untuk lebih banyak memperolehnya. Semua itu tercermin dalam tulisannya dalam Mazmur 119.

Mazmur pasal 119 ditulis dalam bentuk urutan alphabet Ibrani. Tiap delapan ayat dimulia dengan satu alphabet yang berbeda, yaitu mulia dari huruf alef pada ayat 1-8, kemudian dilanjutkan huruf bet pada ayat 9-16, dan seterusnya sampai huruf yang ke dua puluh dua, yaitu tau. Secara garis besar Mazmur 119 ini adalah kumpulan doa dan renungan Firman Tuhan. Ada sepuluh kata dalam Mazmur 119 yang menggambarkan kesimpulan tersebut .

1. Ajaran (torah). Torah itulis dua puluh lima kali dalam Mazmur pasal ini. Torah artinya ajaran atau tuntunan. Sering kali kata ini mengacu pada bentuk ajaran, mungkin ini berkaitan dengan kitab Imamat dan Ulangan, atau bahkan semua kitab Musa, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Sedangkan dalam Yohanes 10:34 menyebutkan bahwa Torah berkaitan dengan Perjanjian Lama secara keseluruhan.
2. Firman (davar). Davar muncul dua puluh kali dalam Mazmur pasal ini. Isitlah ini pada umumnya berarti penyataan Tuhan. Sepuluh perintah Tuhan secara harafiah juga disebut “Sepuluh Firman” (Ulangan 4:13).
3. Perkataan (‘imrah” yang sering diartikan janji) terdapat Sembilan belas kata dalam Mazmur 119 ini. Kata ini memiliki kesamaan dengan kata davar.
4. Perintah (miswah), terbaca dua puluh satu kali dalam bentuk jamak, biasanya berarti “perintah”. Perintah yang dimaksud di sini adalah perintah tertentu, atau perintah dari yang berwenang.
5. Ketetapan (huqqim). Artinya “hal yang diuraikan” atau “yang ditetapkan”
6. Hukum (misfat) yang ditulis Sembilan belasa kali sering bermakna torah atau hukum. Hukum yang dimaksud adalah seperti keputusan pengadilan yang didasari pada hukum, yaitu hukum yang mengikat. Dalam Pentatuk (Lima Kitab Musa) bisa mengacu pada sepuluh perintah Tuhan. Makna lainya adalah tindakkan keadilan Tuhan atas orang jahat.
7. Titah (piqqudim), suatu ungkapan puitis yang berarti perintah tegas. Kata-kata ini selalu dalam bentuk jamak dan hanya terdapat dalam kitab Mazmur. Mazmur 119 mencatat dua puluh satu kali.
8. Peringatan (edah), kata ini merupakan penjelasan atau pernyataan kehendak Tuhan. Pada umumnya kata ini berarti semacam peraturan yang menjadi standar perbuatan Tuhan. Dalam Mazmur 119, kata ini muncul dua puluh dua kali.
9. Jalan (derek) terdapat sebelas kali dalam Mazmur 119. Kata ini menjelaskan pola hidup yang warnai oleh hukum Tuhan.
10. Lorong, jalan kecil (orah), lima kali dalam Mazmur 119 berarti sejajar dengan jalan (Derek). Karena itu kata ini diterjemahkan jalan.

Selanjutnya, pemazmur juga mencatat tanggapannya terhadap Tuhan dan Firman-Nya yaitu: suka akan firman, mencintai, menaati, merenungkan, dan bersukacita atas firman Tuhan. Dia juga ingin Firman Tuhan memperbaharui, menjaga, hidupnya sebagai seorang hamba.

Perenungan atas kitab Mazmur 119 akan menguatkan kita dalam menghadapi cemooh, hinaan atas iman kita. Mari kita telusuri bagaian demi bagian pasal ini.

Seri 2. Mazmur 119

BERKAT DARI KETATAAN

Hari itu padang pasir di sebuah dataran Timur Tengah sangat panas. Suhunya lebih dari empat puluh derajat. Kohen, seorang pengembara, terus menelusuri jalan panas dan ingin sampai tujuan. Teriknya panas matahari dari atas dan pantulan pasir yang diinjaknya menyempurnakan panasnya perjalanan. Ia merasa seolah-olah terpanggang dari dua sisi. Kerongkongannya tidak bisa kompromi lagi untuk menahan haus.

Ketika pikirannya membayangkan sumber air, tiba-tiba matanya menangkap bayang-bayang sebuah gubuk kecil yang jauh. Keinginannya yang besar menghapuskan dahaga mempercepat langkahnya untuk sampai ke gubuk itu. Pikirnya, paling tidak ia bisa berteduh sejenak. Harapan sedikit meredakan haus nyaris terpenuhi karena setibanya di tempat itu ia melihat sekaleng air di atas sebuah pompa air.. Tetapi betapa bingungya dia karena di samping kaleng itu terdapat selembar kertas yang ditindih batu kecil untuk mencegah supaya tidak kabur. Kertas itu bertuliskan: “Air di kaleng ini jangan diminum. Air ini hanya digunakan untuk memancing pompa. Kalau Anda mau minum dari sumur ini, gunakan air ini untuk memancingnya. Karena itu, pertama gunakan air untuk memancing pompa kemudian setelah memperolah arid an minumnya dari sumber itu, tinggalkanlah sekaleng air yang sama untuk pejalan kaki lain yang membutuhkannya.”

Setelah membaca tulisan itu, ia berpikir dalam keraguan, katanya: “Jika saya melakukan persis apa yang dikatakan dalam tulisan itu, ya kalau air keluar setelah dipompa dari sumbernya. Kalau tidak, saya akan tetap kehausan. Tetapi kalau saya tidak melakukannya, orang lain yang lewat di sini akan kehausan. Betapa kejamnya saya.” Setelah berpikir demikian, ia pun memutuskan untuk melakukan persis apa yang dikatakan dalam tulisan itu apa pun resikonya. Dia tuangkan air ke lobang kecil pompa itu, pompa digerakan dan … air pun memancar. Pengembara beruntung, ia dapat minum sepuasnya. Ia sangat gembira dan tidak lupa meninggalkan satu kaleng air di tempat itu. Tulisan di kertas pun dirapikan di sisinya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan.

Firman Tuhan itu bagaikan air yang memuaskan dahaga jiwa kita. Firman dapat menjadi berkat dalam hidup kita. Karena itu, pemazmur mengingatkan kita akan kebenaran ini: Barang siapa menaati Firman Tuhan, ia akan diberkati dan beruntung. Mazmur 119:1-8 menjelaskan hal tersebut. Pertama, ayat 1-3 menyebutkan bahwa orang yang berjalan dalam ketataan sepenuh hati pada Taurat diberkati. Demikian Firman Tuhan, Berbahagialah (diberkatilah) orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. (TB, LAI).

Kedua, orang-orang yang lebih menaati firman Tuhan atau berpegang teguh Taurat-Nya tidak akan merasa malu. Mari kita simak firman ini: “Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.” (Mzm 119:4-6, TB-LAI, cetak tebal oleh penulis). Kata “malu” dalam bahasa Ibrani konotasinya termasuk bingung, sangat kecewa, dihina, dan kehancuran. Para nabi umumnya menggunakan kata tersebut dalam pengertian ini: Isreal jika tidak bertobat dan berbalik dari penyembahan berhalanya, mereka pasti akan mengalami kekalahan dan dibuang yang akhirnya dipermalukan. Jadi, berkaitan dengan ayat yang telah kita baca, kekalahan kita terhadap iblis, musuh kita, diakibatkan oleh karena kita tidak berpegang firman Tuhan dan akhirnya kita menjadi malu terhadap diri kita, apa lagi jika diperhadapkan dengan kebenaran firman itu. Dalam bahasa sehari-hari dapat dikatakan begini: “Kamu sih gak taat, pasti kalah.” Tetapi sebaliknya, jika kita menaati firman-Nya, maka kita tidak akan direndahkan apa lagi dikalahkan. Kita tidak akan merasa malu untuk lebih meyakini dan menaati firman Tuhan.

Ketiga, orang yang diberkati oleh firman Tuhan akan bersyukur, karena itu ia akan lebih banyak mempelajari ketetapan Tuhan. Pemazmur menulis, “Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.” (Mzm 119:7-8, TB-LAI).

Kali ini kita diingatkan oleh pemazmur akan nilai firman Tuhan dalam hubungannya dengan kehidupan kita. Kita menyadari bahwa firman Tuhan bagaikan air yang menyegarkan kita. Air yang kita butuhkan. Tetapi kita kurang terdorong untuk menaatinya. Kembali kepada kisah sang pengembara, bagaimana jadinya jika ia tidak menuruti apa yang tertulis dalam petunjuk penggunaan air di kaleng itu. Ia meminumnya saja dan tentulah hanya sedikit rasa dahaga yang terpenuhi. Dan tetapi orang lain yang lewat dan membutuhkan air celaka karena tidak bisa memompa air. Tetapi sebaliknya sebagaimana yang dia lakukan, ia telah memperoleh keuntungan sekaligus dapat menjadi berkat bagi orang lain. Keptusan untuk menaati firman Tuhan karena kita menyadari bahwa barang siapa menaati firman-Nya, ia diberkati. Amin.

Kapan ya .. KADESI punya Koperasi??

KOPERASI

Sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta pernah berkata: bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang Koperasi.

Meskipun institusi Koperasi di Indonesia sudah berusia lebih dari 62 tahun (dan 63 tahun pada tanggal 12 Juli 2010 nanti) apa itu Koperasi masih belum begitu dipahami dengan benar oleh bangsa Indonesia. Bahkan banyak anggota Koperasi yang belum tahu makna dari “mahluk” yang bernama Koperasi ini.

Koperasi: Mahluk apa itu?

Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.

Dari pengertian di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
  2. Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko, penyedia agunan, dan lain-lain.
  3. Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
  4. Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.

Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Prinsip-prinsip Koperasi

Koperasi bekerja berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip ini merupakan pedoman bagi Koperasi dalam melaksanakan nilai-nilai Koperasi.

  1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender, latar belakang sosial, ras, politik, atau agama.
  2. Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusaan laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam Koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dikelola secara demokratis.
  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demoktaris. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. 
    • Mengembangkan Koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan. 
    • Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi.
    • Mendukung keanggotaan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.
  4. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila Koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu haarus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya:
    • Pengawasan yang demokratis dari anggotanya.
    • Mempertahankan otonomi koperasi.
  5. Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manager, dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan Koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada maasyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyaralat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
  6. Kerjasamaa antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat lokal, regional dan internasional, maka: a) Gerakan Koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif. b) Dapat memperkuat gerakan Koperasi.
  7. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.

Sementara itu Prinsip Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian adalah:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  5. Kemandirian.
  6. Pendidikan perkoperasian.
  7. Kerja sama antar Koperasi.

PERTANYAAN:

Kira-kira, Pengurus dan seluruh keluarga besar Yayasan KADESI mau mulai melangkah untuk mewujudkan KOPERASI yang sudah lama kita idam-idamkan??


APA ITU SMTK KADESI?

SEKOLAH MENENGAH TEOLOGIA DAN KEJURUAN (SMTK)

Tujuan:

Memperlengkapi siswa dengan pengetahuan dan pendidikan umum setingkat SLTA, teologia praktika dan keterampilan, agar menjadi generasi muda yang berilmu dan beriman.

Materi Pendidikan:

= Pendidikan umum setingkat SLTA.

= Teologia Praktika

= Keterampilan/Kejuruan.

foto 01.jpg

Lama Pendidikan:

Pendidikan harus ditempuh selama 6 semester (3 tahun).

Jenjang Pendidikan:

Ijasah setingkat SLTA.

Syarat-syarat:

1.    Pendidikan SLTP atau sederajat, dan terbuka untuk semua angkatan.

2.    Surat keterangan sehat dari dokter.

3.    Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan SMTK yang berlaku.

Tempat Penyelenggara Pendidikan:

SMTK KADESI Yogyakarta (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.

Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.

SMTK KADESI Riau (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Tanah Jugrug, Air Molek, INHU

Alamat Surat: Po.Box 041 Air Molek, INHU,

Riau 29352

SMTK KADESI Arso  Jayapura, Papua (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jl. Tidar No.36-38 Arso VI, Arso,

Jayapura – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 03 Abepura 99351.

SMTK KADESI Sorong, Papua (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jl. Poros Makbalim-Sisipan, Salawati, Sorong – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 01 Aimas 98418.

SPPI Kalimantan Barat (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Tunang, Kec. Mempawah Hulu, Kab. Landak 78363 Kalimantan Barat.

SMTK KADESI Kupang  Nusa Tenggara Timur (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jln. Tilong km.3, Dusun Oepunu, Desa Oelnasi, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang, NTT.

Alamat Surat: Kotak Pos 1164  Kupang.

SMTK KADESI Boja, Jawa Tengah (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Dsn/Desa Blimbing, Kec.Boja, Kendal, Jawa Tengah.

SMTK KADESI, Bogor (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Dsn/Desa Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

SMTK KADESI Purworejo (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Purworejo, Jawa Tengah.

~

Informasi dan Pendaftaran:

Dilaksanakan pada bulan Januari-Juli setiap tahunnya. Belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi SMTK terdekat, atau hubungi informasi@yakadesi.org

~

APA ITU STT KADESI?

SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA (STT) KADESI

Wisuda STT Kadesi Bogor Oktober 2009

Tujuan:

Memperlengkapi calon pemimpin dengan pendidikan teologia, manajemen, kepemimpinan dan keterampilan sehingga mampu menjadi motivator dan inovator bagi pembangunan masyarakat Indonesia.

Materi Pendidikan:

= Teologia (50%)
= Manajemen dan Kepemimpinan (30%)
= Keterampilan dan kejuruan (20%).

Jurusan Pendidikan:

Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Pastoral Ministri / Kependetaan.

Lama Pendidikan:

Pendidikan selama 6 semester (3 tahun) dengan menempuh sekitar 120 sks untuk jenjang D3 dan 8 semester (4 tahun) dengan menempuh sekitar 160 sks untuk jenjang Sarjana (S1), termasuk tugas akhir.

Jenjang Pendidikan:

= Diploma 3  (Ahli Madya Teologia).
= Sarjana Pendidikan Agama Kristen  (S.PAK).
= Sarjana Teologia (S.Th).

Syarat-syarat:

1.    Pendidikan SLTA atau sederajat.
2.    Lahir baru.
3.    Surat keterangan sehat dari dokter.
4.    Surat rekomendasi dari gereja dan keterangan sudah melayani di gereja tersebut minimal 1 tahun.
5.    Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan STT yang berlaku.

Tempat Penyelengara Pendidikan:

STT KADESI Yogyakarta
Ijin Penyelengaraan SK DIRJEN Depag RI No. DJ.III/Kep/HK.00.5/380/2009.

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.
Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.
Untuk Program Studi Pastoral Ministry/Kependetaan

STT KADESI Cariu, Bogor, Jawa Barat.
Ijin Penyelengaraan SK DIRJEN Depag RI No. DJ.III/Kep/HK.00.5/376/2009.

Alamat Kampus: Cibojong, Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Alamat Surat: Tromol Pos 01 Cariu, Bogor, 16840.
Untuk Program Studi Pendidikan Agama Kristen

~

Informasi dan Pendaftaran:
Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli setiap tahunnya. Proses belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi STT KADESI terdekat, atau email ke informasi@yakadesi.org.

~

APA ITU SPPI?

SEKOLAH PELAYANAN PEDESAAN INDONESIA (SPPI)

Tujuan:

Memperlengkapi hamba-hamba Tuhan dengan pendidikan teologia dan keterampilan sehingga memiliki kemampuan untuk mengembangkan pelayanan di pedesaan.

Materi Pendidikan:

Teologia Praktika (60%): Dasar-dasar kekristenan, kotbah, PI Pribadi, Penggembalaan, Manajemen Gereja, Karunia dan Karakter, Pelayanan Anak.

Keterampilan (40%): Pertanian, peternakan, perikanan, tata boga, tata busana, kesehatan, home industri.

gbr14.jpg

Lama Pendidikan:

Pendidikan selama 2 semester (1 tahun) dan harus menempuh sekitar 40 sks.

Jenjang Pendidikan:

= Sertifikat Pratama untuk lulusan SD.

= Sertifikat Madya untuk lulusan SLTP.

= Sertifikat Purna untuk lulusan SLTA (setara D-1).

Syarat-syarat:

1. Pendidikan SD/SLTP/SLTA, usia minimal 18 tahun.

2. Lahir baru.

3. Surat keterangan sehat dari dokter.

4. Surat rekomendasi dari gereja.

5. Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan SPPI yang berlaku.

gbr12.jpg

Diselenggarakan di:

SPPI Yogyakarta

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.

Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.

SPPI Riau

Alamat Kampus: Tanah Jugrug, Air Molek, INHU

Alamat Surat: Po.Box 041 Air Molek, INHU,

Riau 29352

SPPI Arso  Jayapura, Papua

Alamat Kampus: Jl. Tidar No.36-38 Arso VI, Arso,

Jayapura – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 03 Abepura 99351.

SPPI Sorong, Papua

Alamat Kampus: Jl. Poros Makbalim-Sisipan, Salawati, Sorong – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 01 Aimas 98418.

SPPI Kalimantan Barat

Alamat Kampus: Tunang, Kec. Mempawah Hulu, Kab. Landak 78363 Kalimantan Barat.

SPPI Kupang  Nusa Tenggara Timur

Alamat Kampus: Jln. Tilong Km.3, Dusun Oepunu, Desa Oelnasi, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Alamat Surat: Kotak Pos 1164 Kupang, NTT.

SPPI Boja, Jawa Tengah

Alamat Kampus: Dsn/Desa Blimbing, Kec.Boja, Kendal, Jawa Tengah.

SPPI Cariu, Bogor

Alamat Kampus: Dsn/Desa Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

SPPI Purworejo

Alamat Kampus: Purworejo, Jawa Tengah.

~

Informasi dan Pendaftaran:

Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli setiap tahunnya. Proses belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi SPPI terdekat atau hubungi: informasi@yakadesi.org

~

Switch to our mobile site