Featured Posts

Kekuatan Firman

Artikel ini merupakan upaya untuk menjabarkan Kitab Mazmur 119.

Seri 1. Mazmur 119

FIRMAN TUHAN

Pernahkah Anda mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh para petinggi dan pemegang wewenang dalam negara, kantor, masyarakat, atau lingkungan Anda? Mungkin mereka mengancam agar Anda meninggalkan iman, berusaha membuat Anda dipermalukan, atau mengolok-olok kepercayaan Anda. Apa yang harus Anda lakukan mangahadapi semua itu jika hal itu benar-benar terjadi dalam hidup Anda. Pemazmur menghadapi masalah tersebut dengan menguatkan diri melalui perenungan Firman Tuhan. Baginya, Firman Tuhan mampu meneguhkan dirinya. Firman Tuhan adalah harta kekayaan yang berharga. Firman adalah pedoman hidup dan sumber kekuatan. Karena itu, ia terdorong untuk lebih banyak memperolehnya. Semua itu tercermin dalam tulisannya dalam Mazmur 119.

Mazmur pasal 119 ditulis dalam bentuk urutan alphabet Ibrani. Tiap delapan ayat dimulia dengan satu alphabet yang berbeda, yaitu mulia dari huruf alef pada ayat 1-8, kemudian dilanjutkan huruf bet pada ayat 9-16, dan seterusnya sampai huruf yang ke dua puluh dua, yaitu tau. Secara garis besar Mazmur 119 ini adalah kumpulan doa dan renungan Firman Tuhan. Ada sepuluh kata dalam Mazmur 119 yang menggambarkan kesimpulan tersebut .

1. Ajaran (torah). Torah itulis dua puluh lima kali dalam Mazmur pasal ini. Torah artinya ajaran atau tuntunan. Sering kali kata ini mengacu pada bentuk ajaran, mungkin ini berkaitan dengan kitab Imamat dan Ulangan, atau bahkan semua kitab Musa, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Sedangkan dalam Yohanes 10:34 menyebutkan bahwa Torah berkaitan dengan Perjanjian Lama secara keseluruhan.
2. Firman (davar). Davar muncul dua puluh kali dalam Mazmur pasal ini. Isitlah ini pada umumnya berarti penyataan Allah. Sepuluh perintah Allah secara harafiah juga disebut “Sepuluh Firman” (Ulangan 4:13).
3. Perkataan (‘imrah” yang sering diartikan janji) terdapat Sembilan belas kata dalam Mazmur 119 ini. Kata ini memiliki kesamaan dengan kata davar.
4. Perintah (miswah), terbaca dua puluh satu kali dalam bentuk jamak, biasanya berarti “perintah”. Perintah yang dimaksud di sini adalah perintah tertentu, atau perintah dari yang berwenang.
5. Ketetapan (huqqim). Artinya “hal yang diuraikan” atau “yang ditetapkan”
6. Hukum (misfat) yang ditulis Sembilan belasa kali sering bermakna torah atau hukum. Hukum yang dimaksud adalah seperti keputusan pengadilan yang didasari pada hukum, yaitu hukum yang mengikat. Dalam Pentatuk (Lima Kitab Musa) bisa mengacu pada sepuluh perintah Allah. Makna lainya adalah tindakkan keadilan Allah atas orang jahat.
7. Titah (piqqudim), suatu ungkapan puitis yang berarti perintah tegas. Kata-kata ini selalu dalam bentuk jamak dan hanya terdapat dalam kitab Mazmur. Mazmur 119 mencatat dua puluh satu kali.
8. Peringatan (edah), kata ini merupakan penjelasan atau pernyataan kehendak Allah. Pada umumnya kata ini berarti semacam peraturan yang menjadi standar perbuatan Allah. Dalam Mazmur 119, kata ini muncul dua puluh dua kali.
9. Jalan (derek) terdapat sebelas kali dalam Mazmur 119. Kata ini menjelaskan pola hidup yang warnai oleh hukum Allah.
10. Lorong, jalan kecil (orah), lima kali dalam Mazmur 119 berarti sejajar dengan jalan (Derek). Karena itu kata ini diterjemahkan jalan.

Selanjutnya, pemazmur juga mencatat tanggapannya terhadap Allah dan Firman-Nya yaitu: suka akan firman, mencintai, menaati, merenungkan, dan bersukacita atas firman Allah. Dia juga ingin Firman Allah memperbaharui, menjaga, hidupnya sebagai seorang hamba.

Perenungan atas kitab Mazmur 119 akan menguatkan kita dalam menghadapi cemooh, hinaan atas iman kita. Mari kita telusuri bagaian demi bagian pasal ini.

Seri 2. Mazmur 119

BERKAT DARI KETATAAN

Hari itu padang pasir di sebuah dataran Timur Tengah sangat panas. Suhunya lebih dari empat puluh derajat. Kohen, seorang pengembara, terus menelusuri jalan panas dan ingin sampai tujuan. Teriknya panas matahari dari atas dan pantulan pasir yang diinjaknya menyempurnakan panasnya perjalanan. Ia merasa seolah-olah terpanggang dari dua sisi. Kerongkongannya tidak bisa kompromi lagi untuk menahan haus.

Ketika pikirannya membayangkan sumber air, tiba-tiba matanya menangkap bayang-bayang sebuah gubuk kecil yang jauh. Keinginannya yang besar menghapuskan dahaga mempercepat langkahnya untuk sampai ke gubuk itu. Pikirnya, paling tidak ia bisa berteduh sejenak. Harapan sedikit meredakan haus nyaris terpenuhi karena setibanya di tempat itu ia melihat sekaleng air di atas sebuah pompa air.. Tetapi betapa bingungya dia karena di samping kaleng itu terdapat selembar kertas yang ditindih batu kecil untuk mencegah supaya tidak kabur. Kertas itu bertuliskan: “Air di kaleng ini jangan diminum. Air ini hanya digunakan untuk memancing pompa. Kalau Anda mau minum dari sumur ini, gunakan air ini untuk memancingnya. Karena itu, pertama gunakan air untuk memancing pompa kemudian setelah memperolah arid an minumnya dari sumber itu, tinggalkanlah sekaleng air yang sama untuk pejalan kaki lain yang membutuhkannya.”

Setelah membaca tulisan itu, ia berpikir dalam keraguan, katanya: “Jika saya melakukan persis apa yang dikatakan dalam tulisan itu, ya kalau air keluar setelah dipompa dari sumbernya. Kalau tidak, saya akan tetap kehausan. Tetapi kalau saya tidak melakukannya, orang lain yang lewat di sini akan kehausan. Betapa kejamnya saya.” Setelah berpikir demikian, ia pun memutuskan untuk melakukan persis apa yang dikatakan dalam tulisan itu apa pun resikonya. Dia tuangkan air ke lobang kecil pompa itu, pompa digerakan dan … air pun memancar. Pengembara beruntung, ia dapat minum sepuasnya. Ia sangat gembira dan tidak lupa meninggalkan satu kaleng air di tempat itu. Tulisan di kertas pun dirapikan di sisinya. Ia kemudian melanjutkan perjalanan.

Firman Tuhan itu bagaikan air yang memuaskan dahaga jiwa kita. Firman dapat menjadi berkat dalam hidup kita. Karena itu, pemazmur mengingatkan kita akan kebenaran ini: Barang siapa menaati Firman Tuhan, ia akan diberkati dan beruntung. Mazmur 119:1-8 menjelaskan hal tersebut. Pertama, ayat 1-3 menyebutkan bahwa orang yang berjalan dalam ketataan sepenuh hati pada Taurat diberkati. Demikian Firman Tuhan, Berbahagialah (diberkatilah) orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, yang juga tidak melakukan kejahatan, tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. (TB, LAI).

Kedua, orang-orang yang lebih menaati firman Allah atau berpegang teguh Taurat-Nya tidak akan merasa malu. Mari kita simak firman ini: “Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu, apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu.” (Mzm 119:4-6, TB-LAI, cetak tebal oleh penulis). Kata “malu” dalam bahasa Ibrani konotasinya termasuk bingung, sangat kecewa, dihina, dan kehancuran. Para nabi umumnya menggunakan kata tersebut dalam pengertian ini: Isreal jika tidak bertobat dan berbalik dari penyembahan berhalanya, mereka pasti akan mengalami kekalahan dan dibuang yang akhirnya dipermalukan. Jadi, berkaitan dengan ayat yang telah kita baca, kekalahan kita terhadap iblis, musuh kita, diakibatkan oleh karena kita tidak berpegang firman Allah dan akhirnya kita menjadi malu terhadap diri kita, apa lagi jika diperhadapkan dengan kebenaran firman itu. Dalam bahasa sehari-hari dapat dikatakan begini: “Kamu sih gak taat, pasti kalah.” Tetapi sebaliknya, jika kita menaati firman-Nya, maka kita tidak akan direndahkan apa lagi dikalahkan. Kita tidak akan merasa malu untuk lebih meyakini dan menaati firman Allah.

Ketiga, orang yang diberkati oleh firman Allah akan bersyukur, karena itu ia akan lebih banyak mempelajari ketetapan Allah. Pemazmur menulis, “Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali.” (Mzm 119:7-8, TB-LAI).

Kali ini kita diingatkan oleh pemazmur akan nilai firman Allah dalam hubungannya dengan kehidupan kita. Kita menyadari bahwa firman Allah bagaikan air yang menyegarkan kita. Air yang kita butuhkan. Tetapi kita kurang terdorong untuk menaatinya. Kembali kepada kisah sang pengembara, bagaimana jadinya jika ia tidak menuruti apa yang tertulis dalam petunjuk penggunaan air di kaleng itu. Ia meminumnya saja dan tentulah hanya sedikit rasa dahaga yang terpenuhi. Dan tetapi orang lain yang lewat dan membutuhkan air celaka karena tidak bisa memompa air. Tetapi sebaliknya sebagaimana yang dia lakukan, ia telah memperoleh keuntungan sekaligus dapat menjadi berkat bagi orang lain. Keptusan untuk menaati firman Allah karena kita menyadari bahwa barang siapa menaati firman-Nya, ia diberkati. Amin.

Kapan ya .. KADESI punya Koperasi??

KOPERASI

Sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Bung Hatta pernah berkata: bukan Koperasi namanya manakala di dalamnya tidak ada pendidikan tentang Koperasi.

Meskipun institusi Koperasi di Indonesia sudah berusia lebih dari 62 tahun (dan 63 tahun pada tanggal 12 Juli 2010 nanti) apa itu Koperasi masih belum begitu dipahami dengan benar oleh bangsa Indonesia. Bahkan banyak anggota Koperasi yang belum tahu makna dari “mahluk” yang bernama Koperasi ini.

Koperasi: Mahluk apa itu?

Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.

Dari pengertian di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang-orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
  2. Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah-kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko, penyedia agunan, dan lain-lain.
  3. Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
  4. Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.

Menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengertian Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Prinsip-prinsip Koperasi

Koperasi bekerja berdasarkan beberapa prinsip. Prinsip ini merupakan pedoman bagi Koperasi dalam melaksanakan nilai-nilai Koperasi.

  1. Keanggotaan sukarela dan terbuka. Koperasi adalah organisasi yang keanggotaannya bersifat sukarela, terbuka bagi semua orang yang bersedia menggunakan jasa-jasanya, dan bersedia menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan gender, latar belakang sosial, ras, politik, atau agama.
  2. Pengawasan oleh anggota secara demokratis. Koperasi adalah organisasi demokratis yang diawasi oleh anggotanya, yang secara aktif menetapkan kebijakan dan membuat keputusaan laki-laki dan perempuan yang dipilih sebagai pengurus atau pengawas bertanggung jawab kepada Rapat Anggota. Dalam Koperasi primer, anggota memiliki hak suara yang sama (satu anggota satu suara) dikelola secara demokratis.
  3. Partisipasi anggota dalam kegiatan ekonomi. Anggota menyetorkan modal mereka secara adil dan melakukan pengawasan secara demoktaris. Sebagian dari modal tersebut adalah milik bersama. Bila ada balas jasa terhadap modal, diberikan secara terbatas. 
    • Mengembangkan Koperasi. Caranya dengan membentuk dana cadangan, yang sebagian dari dana itu tidak dapat dibagikan. 
    • Dibagikan kepada anggota. Caranya seimbang berdasarkan transaksi mereka dengan koperasi.
    • Mendukung keanggotaan lainnya yang disepakati dalam Rapat Anggota.
  4. Otonomi dan kemandirian. Koperasi adalah organisasi otonom dan mandiri yang diawasi oleh anggotanya. Apabila Koperasi membuat perjanjian dengan pihak lain, termasuk pemerintah, atau memperoleh modal dari luar, maka hal itu haarus berdasarkan persyaratan yang tetap menjamin adanya upaya:
    • Pengawasan yang demokratis dari anggotanya.
    • Mempertahankan otonomi koperasi.
  5. Pendidikan, pelatihan dan informasi. Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan bagi anggota, pengurus, pengawas, manager, dan karyawan. Tujuannya, agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan lebih efektif bagi perkembangan Koperasi. Koperasi memberikan informasi kepada maasyarakat umum, khususnya orang-orang muda dan tokoh-tokoh masyaralat mengenai hakekat dan manfaat berkoperasi.
  6. Kerjasamaa antar koperasi. Dengan bekerjasama pada tingkat lokal, regional dan internasional, maka: a) Gerakan Koperasi dapat melayani anggotanya dengan efektif. b) Dapat memperkuat gerakan Koperasi.
  7. Kepedulian terhadap masyarakat. Koperasi melakukan kegiatan untuk pengembangan masyarakat sekitarnya secara berkelanjutan melalui kebijakan yang diputuskan oleh Rapat Anggota.

Sementara itu Prinsip Koperasi menurut UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian adalah:

  1. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
  2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
  3. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.
  4. Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
  5. Kemandirian.
  6. Pendidikan perkoperasian.
  7. Kerja sama antar Koperasi.

PERTANYAAN:

Kira-kira, Pengurus dan seluruh keluarga besar Yayasan KADESI mau mulai melangkah untuk mewujudkan KOPERASI yang sudah lama kita idam-idamkan??


APA ITU SMTK KADESI?

SEKOLAH MENENGAH TEOLOGIA DAN KEJURUAN (SMTK)

Tujuan:

Memperlengkapi siswa dengan pengetahuan dan pendidikan umum setingkat SLTA, teologia praktika dan keterampilan, agar menjadi generasi muda yang berilmu dan beriman.

Materi Pendidikan:

= Pendidikan umum setingkat SLTA.

= Teologia Praktika

= Keterampilan/Kejuruan.

foto 01.jpg

Lama Pendidikan:

Pendidikan harus ditempuh selama 6 semester (3 tahun).

Jenjang Pendidikan:

Ijasah setingkat SLTA.

Syarat-syarat:

1.    Pendidikan SLTP atau sederajat, dan terbuka untuk semua angkatan.

2.    Surat keterangan sehat dari dokter.

3.    Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan SMTK yang berlaku.

Tempat Penyelenggara Pendidikan:

SMTK KADESI Yogyakarta (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.

Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.

SMTK KADESI Riau (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Tanah Jugrug, Air Molek, INHU

Alamat Surat: Po.Box 041 Air Molek, INHU,

Riau 29352

SMTK KADESI Arso  Jayapura, Papua (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jl. Tidar No.36-38 Arso VI, Arso,

Jayapura – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 03 Abepura 99351.

SMTK KADESI Sorong, Papua (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jl. Poros Makbalim-Sisipan, Salawati, Sorong – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 01 Aimas 98418.

SPPI Kalimantan Barat (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Tunang, Kec. Mempawah Hulu, Kab. Landak 78363 Kalimantan Barat.

SMTK KADESI Kupang  Nusa Tenggara Timur (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Jln. Tilong km.3, Dusun Oepunu, Desa Oelnasi, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang, NTT.

Alamat Surat: Kotak Pos 1164  Kupang.

SMTK KADESI Boja, Jawa Tengah (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Dsn/Desa Blimbing, Kec.Boja, Kendal, Jawa Tengah.

SMTK KADESI, Bogor (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Dsn/Desa Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

SMTK KADESI Purworejo (Terakreditasi)

Alamat Kampus: Purworejo, Jawa Tengah.

~

Informasi dan Pendaftaran:

Dilaksanakan pada bulan Januari-Juli setiap tahunnya. Belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi SMTK terdekat, atau hubungi informasi@yakadesi.org

~

APA ITU STT KADESI?

SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA (STT) KADESI

Wisuda STT Kadesi Bogor Oktober 2009

Tujuan:

Memperlengkapi calon pemimpin dengan pendidikan teologia, manajemen, kepemimpinan dan keterampilan sehingga mampu menjadi motivator dan inovator bagi pembangunan masyarakat Indonesia.

Materi Pendidikan:

= Teologia (50%)
= Manajemen dan Kepemimpinan (30%)
= Keterampilan dan kejuruan (20%).

Jurusan Pendidikan:

Pendidikan Agama Kristen (PAK)
Pastoral Ministri / Kependetaan.

Lama Pendidikan:

Pendidikan selama 6 semester (3 tahun) dengan menempuh sekitar 120 sks untuk jenjang D3 dan 8 semester (4 tahun) dengan menempuh sekitar 160 sks untuk jenjang Sarjana (S1), termasuk tugas akhir.

Jenjang Pendidikan:

= Diploma 3  (Ahli Madya Teologia).
= Sarjana Pendidikan Agama Kristen  (S.PAK).
= Sarjana Teologia (S.Th).

Syarat-syarat:

1.    Pendidikan SLTA atau sederajat.
2.    Lahir baru.
3.    Surat keterangan sehat dari dokter.
4.    Surat rekomendasi dari gereja dan keterangan sudah melayani di gereja tersebut minimal 1 tahun.
5.    Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan STT yang berlaku.

Tempat Penyelengara Pendidikan:

STT KADESI Yogyakarta
Ijin Penyelengaraan SK DIRJEN Depag RI No. DJ.III/Kep/HK.00.5/380/2009.

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.
Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.
Untuk Program Studi Pastoral Ministry/Kependetaan

STT KADESI Cariu, Bogor, Jawa Barat.
Ijin Penyelengaraan SK DIRJEN Depag RI No. DJ.III/Kep/HK.00.5/376/2009.

Alamat Kampus: Cibojong, Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Alamat Surat: Tromol Pos 01 Cariu, Bogor, 16840.
Untuk Program Studi Pendidikan Agama Kristen

~

Informasi dan Pendaftaran:
Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli setiap tahunnya. Proses belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi STT KADESI terdekat, atau email ke informasi@yakadesi.org.

~

APA ITU SPPI?

SEKOLAH PELAYANAN PEDESAAN INDONESIA (SPPI)

Tujuan:

Memperlengkapi hamba-hamba Tuhan dengan pendidikan teologia dan keterampilan sehingga memiliki kemampuan untuk mengembangkan pelayanan di pedesaan.

Materi Pendidikan:

Teologia Praktika (60%): Dasar-dasar kekristenan, kotbah, PI Pribadi, Penggembalaan, Manajemen Gereja, Karunia dan Karakter, Pelayanan Anak.

Keterampilan (40%): Pertanian, peternakan, perikanan, tata boga, tata busana, kesehatan, home industri.

gbr14.jpg

Lama Pendidikan:

Pendidikan selama 2 semester (1 tahun) dan harus menempuh sekitar 40 sks.

Jenjang Pendidikan:

= Sertifikat Pratama untuk lulusan SD.

= Sertifikat Madya untuk lulusan SLTP.

= Sertifikat Purna untuk lulusan SLTA (setara D-1).

Syarat-syarat:

1. Pendidikan SD/SLTP/SLTA, usia minimal 18 tahun.

2. Lahir baru.

3. Surat keterangan sehat dari dokter.

4. Surat rekomendasi dari gereja.

5. Bersedia tinggal di asrama selama pendidikan, dan mematuhi setiap peraturan SPPI yang berlaku.

gbr12.jpg

Diselenggarakan di:

SPPI Yogyakarta

Alamat Kampus: Weron, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta 55583.

Alamat Surat: Tromol Pos 04 Kaliurang 55585.

SPPI Riau

Alamat Kampus: Tanah Jugrug, Air Molek, INHU

Alamat Surat: Po.Box 041 Air Molek, INHU,

Riau 29352

SPPI Arso  Jayapura, Papua

Alamat Kampus: Jl. Tidar No.36-38 Arso VI, Arso,

Jayapura – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 03 Abepura 99351.

SPPI Sorong, Papua

Alamat Kampus: Jl. Poros Makbalim-Sisipan, Salawati, Sorong – Papua.

Alamat Surat: Tromol Pos 01 Aimas 98418.

SPPI Kalimantan Barat

Alamat Kampus: Tunang, Kec. Mempawah Hulu, Kab. Landak 78363 Kalimantan Barat.

SPPI Kupang  Nusa Tenggara Timur

Alamat Kampus: Jln. Tilong Km.3, Dusun Oepunu, Desa Oelnasi, Kec. Kupang Tengah, Kab. Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Alamat Surat: Kotak Pos 1164 Kupang, NTT.

SPPI Boja, Jawa Tengah

Alamat Kampus: Dsn/Desa Blimbing, Kec.Boja, Kendal, Jawa Tengah.

SPPI Cariu, Bogor

Alamat Kampus: Dsn/Desa Cibatu Tiga, Cariu, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

SPPI Purworejo

Alamat Kampus: Purworejo, Jawa Tengah.

~

Informasi dan Pendaftaran:

Dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juli setiap tahunnya. Proses belajar mengajar dimulai pada setiap bulan Agustus. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi SPPI terdekat atau hubungi: informasi@yakadesi.org

~

DIRJEN BIMAS KRISTEN DEPAG RI HADIRI WISUDA SMTK “KADESI” YOGYAKARTA

fotowisudaygyMemasuki tahun 2009 di abad 21 ini, dengan berbagai krisis yang melanda dunia khususnya Indonesia, maka pendidikan memiliki misi yang sangat berat dan strategis dalam mempersiapkan SDM yang memiliki kesiapan dalam menangani permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Tujuan dari pendidikan diharapkan ada tiga dimensi yang perlu dibina dan dikembangkan oleh lembaga pendidikan khususnya SMTK, yaitu: 1) dimensi spiritualitas (keimanan, ketaqwaan, berbudi luhur). 2) dimensi budaya (kepribadian, mandiri, tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan). 3) deimensi kecerdasan (cerdas, kreatf, terampil, disiplin, etos kerja dan produktif). Demikian petikan sambutan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama RI, DR. Jason Lase, S.Th, M.Si didampingi Pembimas Kristen Depag DIY Petrus Marija, M.Th., Ketua Yayasan Pdt. T. Sukarna, M.Div, Ph.D dan Kepala SMTK “KADESI” Ev. Ina Morata Dewi, M.Th dalam wisuda SMTK (Sekolah Menengah Teologi Kristen Kasih Desa Indonesia “KADESI”) Yogyakarta, Selasa (16/06/09).

Dalam laporannya Kepala SMTK KADESI Ev. Hana Suparti, M.Th mengungkapkan bahwa tahun 2009 ini SMTK KADESI yang beralamat di Dsn. Weron, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta meluluskan 50 siswa-siswi yang sebelumnya telah mengikuti ujian akhir sekolah pada tanggal 16-23 Maret 2009 dan 21-23 April 2009 yang dilaksanakan oleh Ditjen Bimas Kristen Depag RI. Dalam sambutannya Pembimas Kristen, Petrus Marija, M.Th mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan di SMTK “KADESI” yakni menanamkan dasar keimanan dan nilai-nilai ajaran/teologi Kristen serta mengembangkan ketrampilan dan kemampuan untuk menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan ajaran agama. Diharapkan pula SMTK dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan baik dari sisi SDM guru, tenaga administrasi, maupun pemenuhan sarana dan prasarana, perpustakaan dan organisasi. Di samping itu, sosialisasi juga harus terus ditingkatkan terutama ke gereja-gereja maupun lembaga-lembaga keagamaan Kristen yang ada, sehingga keberadaan sekolah ini dapat dikenal oleh masyarakat luas. (Humas Depag DIY)

Selamat!!

Foto pembukaan rakernas 2008 -- juga pembukaan website ini!

Saya atas nama seluruh Yayasan Kadesi, mengucapkan selamat bagi seluruh anggota dan rekan-rekan di dalam naungan Yayasan Kadesi atas dilaunchingnya website ini. Tuhan Yesus kiranya memberkati kita, dan kiranya nama Tuhan dipermuliakan melalui website ini.

Dan jangan lupa, seluruh anggota dan pengurus wajib tahu website ini, dan bila ada informasi-informasi yang perlu diinformasikan kepada seluruh anggota yayasan, dapat mengirimkan informasi tersebut ke informasi@yakadesi.org.

Semua anggota wajib mengakses website ini, karena website ini akan menjadi media resmi komunikasi kita, sehingga banyak informasi yang selama ini ‘terputus’ atau ‘miss’ — tidak akan terjadi lagi.

Yang membutuhkan email nama_anggota@yakadesi.org mohon menghubungi administrator di informasi@yakadesi.org.  Untuk yang telah mempunyak email, dapat mengakses email tsb dengan mengklik www.yakadesi.org/webmail <— di sini!!

Sekali lagi saya ucapkan selamat, kiranya Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin.

Selamat datang di website Yayasan KADESI!

Puji syukur patut kami persembahkan kepada Bapa di Surga atas perkenan-Nyalah, website ini dapat hadir bagi kita semua. Website ini adalah dibangun sebagai media komunikasi dan informasi sekaligus menjadi sarana berbagi informasi dan pengalaman bagi gereja Tuhan di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan sebaik-baiknya media ini, untuk meningkatkan pelayanan kita kepada Dia, ya .. semuanya hanya bagi kemuliaan nama Tuhan Yesus Kristus!