The Lord is My Portion

Judul ini dalam bahasa Indonesia adalah “Bagianku ialahTUHAN” Apakah maksud pernyataan yang merupakan bagian pertama dari syair Mazmur 119:57-64 yang berawal dengan huruf Ibrani kedelapan, yaitu khet ini? Untuk mendalaminya, kita perlu mengingat bahwa Mazmur 119 adalah untaian keindahan hidup dalam firman Tuhan. Karena itu, kita harus mengaitkannya dengan bagian-bagian lain yang bebicara tentang hidup dalam firman Tuhan seperti yang telah kita bahas sebelumnya, misalnya berkat firman, dikuduskan oleh firman, kesetiaan terhadap firman, dll.

Mula-mula marilah kita selidiki kata “bagian” Walaupun kata ini memiliki makna umum yaitu bagian (seperti pembagian kelompok imam, warisan, makanan, pakaian, dll) berdasarkan akar katanya yaitu halaq, tetapi konotasi resmi sama dengan nahala, artinya “memberikan sebagai milik” lebih spesifik lagi mengandung arti “apa yang dihadiahkan.” Untuk memperjelas makna ini, baiklah kita membaca beberapa kutipan ayat berikut ini.

1. Harun dan orang-orang Lewi mengabdikan diri kepada pelayanan Tuhan, sehingga tidak mendapat bagian tanah pusaka, tetapi TUHAN-lah milik pusakanya. Firman Tuhan mengatakan, “Sebab itu suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; Tuhanlah milik pusakanya, seperti yang difirmankan kepadanya oleh TUHAN, …” (Ul. 10:9; Bil. 18:20, TB LAI). Dengan kata lain, karena mereka melayani Tuhan dengan merawat umat dan bait suci, maka mereka mendapat bagian dari persembahan kurban, bukan hasil tanah yang mereka kerjakan sendiri.
2. Hubungan antara Tuhan dan manusia dipahami dalam konsep rohani seperti berikut: “Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Tuhan selama-lamanya.” (Mzm 73:26), “Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!” (Mzm 142:6).

Jadi, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang takut akan Tuhan memiliki kepuasan, yakni “hubungan seseorang dengan Tuhan terwujud secara penuh dan lengkap dalam semua perkara.” Karena arti rohani yang terkandung dalam kata nahala atau halaq ini pula maka di orang Israel menggunakannya untuk nama orang, misalnya Hilkia.

Kembali dalam pembahasa kita pada Mazmur 119:57-64, ungkapan pemazmur jelas menegaskan makna rohani yang menyatakan kepuasannya karena memiliki hubungan dengan Tuhan. Hubungan dengan Tuhan itu secara khusus berkaitan dengan kesenangan, ketaatan, kepuasan, dan kekagumannya terhadap firman Tuhan sehingga ia tak henti-hentinya mengingat dan merenungkannya.

Tentu saja pengalaman pemzmur ini dibagikan kepada kita supaya kita juga bisa berkata: “THE LORD IS MY PORTION”—“Bagianku ialah Tuhan.” Karena fiman-Nya hidup di dalam kita.

Share this Post:
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

No Responses to “The Lord is My Portion”

Leave a Reply:

You must be logged in to post a comment.